Budidaya tanaman cabe hampir mustahil jika tanpa menggunakan pupuk kecuali tanahnya benar-benar sehat. Aplikasi Boolem di sini bertujuan untuk menyehatkan lahan dan memberikan nutrisi tanaman, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi bppindonesia.com.
Perlu dipahami, tujuan penggunaan booslem pada tanaman cabe diantaranya adalah :
1. meningkatkan efisiensi pemupukan melalui peningkatan kualitas tanah.
2. meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit
3. antisipasi layu pada lahan endemik.
Aplikasi booslem dilakukan dari saat pengolahan tanah, setelah penebaran
kompos, semprotkan boosleman decomposer. kemudian diulangi lagi setelah
bedengan siap (setelah tabur pupuk dasar atau sebelum pasang mulsa).
kebutuhan larutan semprot sekitar 300 liter per hektar.
Setelah penanaman, dilakukaan aplikasi booslem pada 7 HST menggunakan
boosleman NPK hayati dan (BioInsektisida + Biofungisida) tujuannya
adalah untuk meningkatkan efisiensi pemupukan serta inokulasi agen
hayati. Aplikasi bisa dilakukan bersamaan dengan kocoran pupuk kimia
sebanyak 2 kg per 200 liter. Boosleman diencerkan dengan perbandingan 1 :
20, sehingga setiap 200 liter ditambahakan boosleman sebanyak 10 liter.
Dosis kocoran 100 ml/tanaman.
Aplikasi selanjutnya diulang setiap 2 minggu sekali, dengan rotasi
boosleman decomposer - NPK hayati - Bioinsektisida + Biofungisida.
Untuk aplikasi semprot, bisa dilakukan selang seling dengan aplikasi
pestisida. tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Gunakan boosleman Bioinsektisida + Biofungisida, pengenceran 1 : 10,
volume semprot sesuai dengan umur tanaman. aplikasi bisa dilakukan
bersamaan penyemprotan pupuk foliar. Contoh skema aplikasi, misal rotasi
semprot 3 hari, maka semprotan boosleman dilakukan setiap 6 hari
sekali.
selanjutnya penulis masih belajar dan akan selalu di perbarui seiring berjalannya waktu dan tambahnya pengalaman penulis......
Sumber : Kang Warso
Rabu, 25 Februari 2015
Selasa, 24 Februari 2015
Cara Semai Benih Menjadi Bibit Pepaya Tercepat
Budidaya pepaya tentunya kita harus memiliki bibit pepaya yang berkualitas baik. Untuk mendapatkan bibit ada dua cara yaitu langsung membeli bibit siap tanam dalam polybag dan membeli biji benih serta menyemainya sendiri.
Dalam artikel ini kita akan membahas cara menyemai benih pepaya karena kalau kita membeli bibit dalam polibag tentunya tidak perlu pembahasan yang terlalu detail, tinggal pergi ke penjual dan bawa uang.
Dalam pembenihan ini saya dapat ilmunya dari agrobuah.com, beliau-beliau di sana sudah banyak mengadakan penelitian dan eksperimen serta telah menemukan cara paling cepat agar biji benih pepaya bisa segera dikecambahkan kemudian di jadikan bibit pepaya siap tanam di poybag.
Berikut ini adalah tahap-tahap dalam penyemaian benih pepaya dari biji :
Dalam artikel ini kita akan membahas cara menyemai benih pepaya karena kalau kita membeli bibit dalam polibag tentunya tidak perlu pembahasan yang terlalu detail, tinggal pergi ke penjual dan bawa uang.
Dalam pembenihan ini saya dapat ilmunya dari agrobuah.com, beliau-beliau di sana sudah banyak mengadakan penelitian dan eksperimen serta telah menemukan cara paling cepat agar biji benih pepaya bisa segera dikecambahkan kemudian di jadikan bibit pepaya siap tanam di poybag.
Berikut ini adalah tahap-tahap dalam penyemaian benih pepaya dari biji :
- Rendam benih dalam air hangat kuku kemudian diamkan selama 24 jam. Selanjutnya Biji yang terapung tidak dipakai ambil biji yang tenggelam saja. Kenapa biji yang terapung sebaiknya tidak dipakai, jika dipakai bisa tumbuh juga akan tetapi nanti jika di tanam jenis biji tersebut sering mengalami ganngguan pertumbuhan.
- Biji yang tenggelam cucilah dengan air biasa kemudian di bungkus kain bersih 3 lembar lipatan letakkan di wadah yang bisa tiris sendiri.
- Bungkus rapi letakkan di suhu sekitar 30 derajat atau di tempat yang kena cahaya matahari pagi dan sore saja (jika pembungkus benih kering, sirami dan harus tiris sendiri).
- Umur sekitar 6-9 hari kecambah bermunculan siap tanam di polybag. Sedangkan biji yang belum berkecambah lakukan panduan tahap 2, 3 dan 4. Pengulangan makimal 3 kali. Biasanya selisih waktu 2 hari sudah muncul kecambah lagi.
- Biji yang sudah pecah dan muncul calon / bintil akar merupakan saat tepat mulai masukkan di polybag. Maksimal 1 cm, yang terbaik 1 s/d 5 mm hal ini untuk menghindari patahnya akar ketika di tanam.
- Benam biji sekitar 1 cm dan ditutup tanah lembut (diayak).
- Taruhlah polibag di bawah paranet atau selubung plastik bening/plastik UV agar tidak terlalu kepanasan pada siang hari.
APLIKASI BOOSLEMAN PEPAYA
Aplikasi boosleman dilakukan setiap 2 minggu sekali, penggunaan isolat
di rotasikan antara Decomposer – NPK Hayati – (Bio Insektisida + Bio
Fungisida)
Sasaran :
Catatan : Kebutuhan pupuk dan boosleman disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk keterangan lebih detail, silakan konsultasikan dengan tim BPPI.
www.bppindonesia.com
Sumber :
Sasaran :
- Perbaikan kualitas lahan.
- Efisiensi pemupukan
- Peningkatan kualitas dan kuantitas buah.
- Umur 1 – 3 bulan : Larutan boosleman 2 liter + bahan tambahan (NPK 10 gram/liter + Black Asmat 1 gram/liter + Azomite 2 gram/liter)
- Umur 3-6 bulan : Larutan boosleman 4 liter + bahan tambahan (NPK 8 gram/liter + ZK 2 gram/liter + Black Asmat 1 gram/liter + Azomite 2 gram/liter)
- Umur 6 Bulan keatas : Larutan boosleman 5 liter + bahan tambahan (NPK 8 gram/liter + ZK 2 gram/liter + Black Asmat 1 gram/liter + Azomite 2 gram/liter)
Catatan : Kebutuhan pupuk dan boosleman disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk keterangan lebih detail, silakan konsultasikan dengan tim BPPI.
www.bppindonesia.com
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)