Rabu, 25 Februari 2015

Cara Pemupukan Cabe Dengan Boosleman

Budidaya tanaman cabe hampir mustahil jika tanpa menggunakan pupuk kecuali tanahnya benar-benar sehat. Aplikasi Boolem di sini bertujuan untuk menyehatkan lahan dan memberikan nutrisi tanaman, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi bppindonesia.com.
Perlu dipahami, tujuan penggunaan booslem pada tanaman cabe diantaranya adalah :
1. meningkatkan efisiensi pemupukan melalui peningkatan kualitas tanah.
2. meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit
3. antisipasi layu pada lahan endemik.

Aplikasi booslem dilakukan dari saat pengolahan tanah, setelah penebaran kompos, semprotkan boosleman decomposer. kemudian diulangi lagi setelah bedengan siap (setelah tabur pupuk dasar atau sebelum pasang mulsa). kebutuhan larutan semprot sekitar 300 liter per hektar.

Setelah penanaman, dilakukaan aplikasi booslem pada 7 HST menggunakan boosleman NPK hayati dan (BioInsektisida + Biofungisida) tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi pemupukan serta inokulasi agen hayati. Aplikasi bisa dilakukan bersamaan dengan kocoran pupuk kimia sebanyak 2 kg per 200 liter. Boosleman diencerkan dengan perbandingan 1 : 20, sehingga setiap 200 liter ditambahakan boosleman sebanyak 10 liter. Dosis kocoran 100 ml/tanaman.

Aplikasi selanjutnya diulang setiap 2 minggu sekali, dengan rotasi boosleman decomposer - NPK hayati - Bioinsektisida + Biofungisida.

Untuk aplikasi semprot, bisa dilakukan selang seling dengan aplikasi pestisida. tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Gunakan boosleman Bioinsektisida + Biofungisida, pengenceran 1 : 10, volume semprot sesuai dengan umur tanaman. aplikasi bisa dilakukan bersamaan penyemprotan pupuk foliar. Contoh skema aplikasi, misal rotasi semprot 3 hari, maka semprotan boosleman dilakukan setiap 6 hari sekali.

selanjutnya penulis masih belajar dan akan selalu di perbarui seiring berjalannya waktu dan tambahnya pengalaman penulis......

Sumber : Kang Warso

Selasa, 24 Februari 2015

Cara Semai Benih Menjadi Bibit Pepaya Tercepat

Budidaya pepaya tentunya kita harus memiliki bibit pepaya yang berkualitas baik. Untuk mendapatkan bibit ada dua cara yaitu langsung membeli bibit siap tanam dalam polybag dan membeli biji benih serta menyemainya sendiri.

Dalam artikel ini kita akan membahas cara menyemai benih pepaya karena kalau kita membeli bibit dalam polibag tentunya tidak perlu pembahasan yang terlalu detail, tinggal pergi ke penjual dan bawa uang.

Dalam pembenihan ini saya dapat ilmunya dari agrobuah.com, beliau-beliau di sana sudah banyak mengadakan penelitian dan eksperimen serta telah menemukan cara paling cepat agar biji benih pepaya bisa segera dikecambahkan kemudian di jadikan bibit pepaya siap tanam di poybag.

Berikut ini adalah tahap-tahap dalam penyemaian benih pepaya dari biji :
  1. Rendam benih dalam air hangat kuku kemudian diamkan selama 24 jam. Selanjutnya Biji yang terapung tidak dipakai ambil biji yang tenggelam saja. Kenapa biji yang  terapung  sebaiknya tidak dipakai, jika dipakai bisa tumbuh juga akan tetapi nanti jika di tanam jenis biji tersebut sering mengalami ganngguan pertumbuhan.
  2. Biji  yang tenggelam  cucilah dengan air biasa kemudian di bungkus kain bersih 3 lembar lipatan  letakkan di wadah yang bisa tiris sendiri.
  3. Bungkus rapi letakkan di suhu sekitar 30 derajat atau di tempat yang kena cahaya matahari pagi dan sore saja (jika pembungkus benih kering, sirami dan harus tiris sendiri).
  4. Umur sekitar 6-9 hari kecambah bermunculan siap tanam di polybag. Sedangkan biji yang belum berkecambah lakukan panduan tahap 2, 3 dan 4. Pengulangan makimal 3 kali. Biasanya selisih waktu 2 hari sudah muncul kecambah lagi.
Langkah pemindahan biji benih pepaya ke polybag :
  1. Biji yang sudah pecah dan muncul calon / bintil akar  merupakan saat tepat  mulai masukkan di polybag. Maksimal 1 cm, yang terbaik 1 s/d 5 mm hal ini untuk menghindari patahnya akar ketika di tanam.
  2. Benam biji sekitar 1 cm dan ditutup tanah lembut (diayak).
  3. Taruhlah polibag di bawah paranet atau selubung plastik bening/plastik UV agar tidak terlalu kepanasan pada siang hari.
Demikian teknik memperkecambahkan benih pepaya menjadi bibit pepaya di persemaian yang sudah saya praktikkan dan hasilnyapun maksimal.

APLIKASI BOOSLEMAN PEPAYA

Aplikasi boosleman dilakukan setiap 2 minggu sekali, penggunaan isolat di rotasikan antara Decomposer – NPK Hayati – (Bio Insektisida + Bio Fungisida)

Sasaran :
  1.   Perbaikan kualitas lahan.
  2.   Efisiensi pemupukan
  3.   Peningkatan kualitas dan kuantitas buah.
Dosis :
  1. Umur 1 – 3 bulan :  Larutan boosleman 2 liter + bahan tambahan (NPK 10 gram/liter + Black Asmat 1 gram/liter + Azomite 2 gram/liter)
  2. Umur 3-6 bulan :  Larutan boosleman 4 liter + bahan tambahan (NPK 8 gram/liter + ZK 2 gram/liter + Black Asmat 1 gram/liter + Azomite 2 gram/liter)
  3. Umur 6 Bulan keatas :  Larutan boosleman 5 liter + bahan tambahan (NPK 8 gram/liter + ZK 2 gram/liter + Black Asmat 1 gram/liter + Azomite 2 gram/liter)

Catatan : Kebutuhan pupuk dan boosleman disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk keterangan lebih detail, silakan konsultasikan dengan tim BPPI.
www.bppindonesia.com

Sumber :